Blog SMKN 1 Panyingkiran, Media Belajar Daring dan Tutorial

Selamat Datang di Blog SMK Negeri 1 Panyingkiran untuk Materi Pembelajaran Produktif Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)

Selamat Datang di Blog SMK Negeri 1 Panyingkiran

Jalan Kirapandak Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat 45459
Untuk Materi Pembelajaran Produktif Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Tutorial
  • Kelompok Belajar

    • Bentuklah kelompok belajar untuk membantu dalam pemahaman pembelajaran
  • Evaluasi CBT Daring

    • Blog ini dilengkapi CBT daring yang dapat diikuti oleh siswa dalam pembelajaran
Selamat Datang di Blog SMK Negeri 1 Panyingkiran untuk Materi Pembelajaran Produktif Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
Semoga kita memperoleh
perlindungan dari Allah SWT diberikan jalan kemudahan
dan dalam kondisi sehat walafiat.
Aamiin....

(... masa pandemik Covid-19....
tetap semangat belajar meski #dirumahsaja - Kemdikbud_RI )




Selamat Datang di Blog
SMK Negeri 1 Panyingkiran


Jalan Kirapandak Desa Karyamukti Kecamatan Panyingkiran
Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat 45459

Untuk Mapel Produktif Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Tutorial



Storyboard (Papan Cerita)

Pengertian Storyboard
Paparan cerita adalah salah satu cara alternatif untuk mensketsakan kalimat penuh sebagai alat perencanaan. Papan cerita menggabungkan alat bantu narasi dan visualisasi pada selembar kertas sehingga naskah dan visual terkoordinasi. Wikipedia    
Storyboard adalah sebuah sebuah desain sketsa gambar yang disusun secara berurutan sesuai dengan naskah cerita yang telah dibuat. Dengan pembuatan storyboard sendiri, maka pembuat cerita atau naskah dapat menyampaikan pesan atau ide dengan lebih mudah kepada orang lain. 
 
 

 
 
Dengan membuat cerita yang tersusun rapi, maka penonton dapat menangkap maksud dan tujuan dari cerita tersebut. Sehingga pesan dan dari content creator tersebut dapat tersampaikan dan dapat mempengaruhi orang tersebut sesuai dengan naskah yang dibuat. 
 
Tujuan membuat storyboard
Sejarah singkat dari pembuatan storyboard sendiri dimulai pada tahun 1930. Dimana, untuk pertama kali dibuat oleh Studio Walt Disney dengan mulai berkembangnya revolusi buku komik yang terbentuk sketsa cerita.
 
Tujuan sebenarnya dari pembuatan sebuah storyboard adalah sebagai berikut:
Sebagai sebuah panduan untuk pihak yang terlibat dalam penyusunan naskah. Mulai dari sutradara, produser, penulis cerita, kameramen, hingga lighting. Untuk dapat memvisualisasikan ide yang dirancang oleh pembuat film.Sebagai alat untuk dapat mengkomunikasikan ide atau gagasan dalam suatu film. Untuk dapat menjelaskan alur atau jalannya narasi cerita. Untuk menjelaskan proses pergantian, perpindahan setiap frame atau elemen, serta berperan dalam pengaturan waktu atau timing pada setiap sequence.  
 
Fungsi storyboard  
Di dalam pembuatan alur naskah, juga tersusun atas beberapa ide dan konsep kreatif yang dituangkan ke dalam sebuah gambar. Berikut ini merupakan beberapa fungsi yang dimiliki oleh storyboard. Digunakan untuk menggambarkan alur cerita secara garis besar mulai dari awal, pertengahan, hingga akhir. Kemudian, berguna juga untuk proses perencanaan awal pembuatan sebuah film.
Dan yang terakhir, digunakan untuk memudahkan dalam membuat dan memahami alur cerita atau naskah dalam suatu film. 
 
Komponen yang digunakan 
Setelah memahami tujuan dan fungsi yang dimiliki oleh storyboard, selanjutnya kita akan membahas mengenai beberapa komponen penyusun dari storyboard. 
Berikut ini merupakan beberapa komponen yang terdapat dalam sebuah template desain sketsa: 
1. Judul 
2. Sub judul 
3. Visual 
4. Audio  
5. Dialog  
6. Properti 
 
 
- - - - -
1. Judul 
Komponen pertama adalah judul, yang mana didalamnya berisi tentang judul, adegan, episode, dan halaman. Komponen judul sangatlah penting sebagai konsep dasar pemahaman penonton untuk mengetahui tema atau topik dalam suatu film atau naskah. 
 
2. Sub judul
Komponen kedua berisi tentang penjelasan setiap adegan, lokasi, waktu, urutan, serta panel desain. Fungsi dari sub judul ini untuk memudahkan dalam menjabarkan topik judul, sehingga penonton dapat lebih mudah untuk mengetahui setiap bagian film dengan lebih detail
 
3. Visual
Komponen ketiga berisi tentang gambaran setiap adegan yang memuat elemen seperti gambar, teks, foto, grafis, dan elemen visual yang lain. Setiap elemen tersebut merupakan penyusun dalam bagian visual sketsa. 
 
4. Audio 
Komponen keempat berisi mengenai uraian audio untuk melengkapi nama dari file musik atau rekaman. Serta, efek suara (SFX) yang akan dimainkan di layar masing – masing. 
 
5. Dialog 
Komponen yang kelima, berisi detail pergerakan dari kamera (angle), serta beberapa adegan dialog yang dilakukan. Untuk dialog sendiri, bersifat opsional dan menyesuaikan dengan kondisi dari topik bahasa yang dirancang. 
 
6. Properti 
Komponen yang keenam, berisi tentang penjelasan terkait artistik, durasi / timing, perlengkapan tambahan, serta properti pendukung pembuatan desain. 
 
Manfaat yang dimiliki 
Berikut ini beberapa penjelasan dari manfaat storyboard adalah sebagai berikut: 
- Untuk mempermudah dan mempercepat dalam proses pembuatan sebuah film. Baik film pendek, animasi, video pendek, dan lain sebagainya.
- Menunjukkan segi artistik dan estetika dari pembuatan film atau video.
- Dapat digunakan sebagai pengingat mengenai alur cerita apabila animator mengalami permasalahan teknis. 
- Mempermudah orang lain dalam memahami alur cerita dengan lebih jelas dan cepat.
- Memperlihatkan mengenai beberapa tata letak visual dalam setiap adegan yang dijalankan.






- - - -
Sumber :
* Wikipedia 
* https://www.dosenpendidikan.co.id/storyboard/





Share:

Rombel dan Jumlah Wakil Kepala Sekolah (Permendiknas No. 19 Tahun 2007)

Rombel dan Jumlah Wakil Kepala Sekolah
 



Jumlah Wakil Kepala Sekolah diatur dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 dengan jumlah maksimal 4 orang yaitu: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bidang Kesiswaan, Bidang Sarana Prasarana, dan Bidang Hubungan Kemasyarakatan (Humas).


Sedangkan dalam Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 pada (Standar Pengelolaan) diatur sebagai berikut:
  • Sekolah Dasar (SD) tidak memiliki wakil kepala sekolah
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki 1 wakil kepala sekolah
  • Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki 3 wakil kepala sekolah (Bidang Kurikulum, Bidang Kesiswaan, dan Bidang Sarana Prasarana)
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki 4 wakil kepala sekolah (Bidang Kurikulum, Bidang Kesiswaan, Bidang Sarana Prasarana, dan Bidang Hubungan Industri)

Berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004 tentang Pedoman Tipe Sekolah Menengah Pertama (SMP) jumlah wakil kepala sekolah diatur berdasarkan jumlah rombongan belajar sebagai berikut:
  • Tipe A (Jumlah Rombel diatas 27 rombel) memiliki 3 wakil kepala sekolah
  • Tipe A1 (Jumlah Rombel 24-26 rombel) memiliki 2 wakil kepala sekolah
  • Tipe A2 (Jumlah Rombel 21-24 rombel) memiliki 2 wakil kepala sekolah
  • Tipe B (Jumlah Rombel 18-20 rombel) memiliki 2 wakil kepala sekolah
  • Tipe B1 (Jumlah Rombel 15-19 rombel) memiliki 2 wakil kepala sekolah
  • Tipe B2 (Jumlah Rombel 12-14 rombel) memiliki 1 wakil kepala sekolah
  • Tipe C (Jumlah Rombel 9-11 rombel) memiliki 1 wakil kepala sekolah
  • Tipe C1 (Jumlah Rombel 6-8 rombel) tidak memiliki wakil kepala sekolah
  • Tipe C2 (Jumlah Rombel 3-5 rombel) tidak memiliki wakil kepala sekolah

Berdasarkan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004 jumlah wakil kepala sekolah SMA/SMK adalah:

A. SMA/SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan
Hubungan Masyarakat)


B. SMP berdasarkan tipe sekolah:
  • Tipe A (Jumlah Rombel diatas atau sama dengan 27 rombel) memiliki 4 wakil kepala sekolah
  • Tipe A1 (Jumlah Rombel 24-26 rombel) memiliki 3 wakil kepala sekolah
  • Tipe A2 (Jumlah Rombel 21-24 rombel) memiliki 3 wakil kepala sekolah
  • Tipe B (Jumlah Rombel 18-20 rombel) memiliki 3 wakil kepala sekolah
  • Tipe B1 (Jumlah Rombel 15-19 rombel) memiliki 3 wakil kepala sekolah
  • Tipe B2 (Jumlah Rombel 12-14 rombel) memiliki 2 wakil kepala sekolah
  • Tipe C (Jumlah Rombel 9-11 rombel) memiliki 2 wakil kepala sekolah
  • Tipe C1 (Jumlah Rombel 6-8 rombel) memiliki 1 wakil kepala sekolah
  • Tipe C2 (Jumlah Rombel 3-5 rombel) memiliki 1 wakil kepala sekolah

C. SD tidak memiliki wakil kepala sekolah

Berdasarkan Permendikbud Nomor 12 Tahun 2017 Jumlah Wakil Kepala Sekolah untuk Jenjang SMA/SMK diatur sebagai berikut:
  • Jumlah Rombel 1 Sampai 9 = Jumlah Wakasek Maksimal 1 orang
  • Jumlah Rombel 10 Sampai 18 = Jumlah Wakasek maksimal 2 orang
  • Jumlah Rombel 19 sampai 27 = Jumlah Wakasek maksimal 3 orang
  • Jumlah Rombel diatas 27 = Jumlah Wakasek maksimal 4 orang

Pada Dapodik, tugas tambahan yang diakui dan memiliki ekuivalen Jumlah Jam Mengajar 12 Jam Tatap Muka adalah Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), Kepala Program Keahlian (Kaprogli), Kepala Bengkel (Kabeng), Kepala Laboratorium (Ka.Lab) Kepala Unit Produksi, dan Kepala Perpustakaan

Tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), Kepala Program Keahlian (Kaprogli), Kepala Bengkel (Kabeng), Kepala Laboratorium (Ka.Lab) Kepala Unit Produksi, dan Kepala Perpustakaan, di dapodik akan diakui 12 Jam, sehingga guru yang memiliki tugas tambahan tersebut minimal mengajar mata pelajaran sebanyak 12 Jam tatap muka maka sudah mencukupi 24 Jam sebagai syarat minimal untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Dengan rincian Jumlah Jam Mengajar (12) Jam dan memiliki tugas tambahan guru (12) jam, totalnya ada 24 Jam..





- - - - -
Sumber :




Share:

P06 Praktek Online - Pemrograman HTML - Tabel (Table)

PEMROGRAMAN HTML - TABEL (TABLE)

 

Penerapan pemrograman HTML pada tabel, akan mengkombinaiskan kolom (column) dan baris (rows). dan dapat meggabungkan antar sel (cells) dengan Colspan dan Rowspan. Penggunaan tag HTML dalam Tabel, terdapat tanda tag ("<" dan ">").

 


 
 
misalnya : 
 
>>> tag tabel pembuka  <table>  dan tag tabel penutup  </table>
>>> tag menuliskan text tebal  <b>  dan  </b> 
>>> tag ini mengapit teks yang diberi format 
 
 
Klik   https://html-online.com/editor/   untuk mempraktekannya : 
 
 
Petunjuk :
 
<td></td> untuk kolom
<tr></tr> untuk baris
colspan untuk gabung kolom
rowspan untuk gabung kolom 


Contoh 1 : 
Contoh 1 :  Pembuatan Tabel dengan HTML (3 kolom dan 4 baris)
 


Contoh 2 : 
Contoh 2 :  Pembuatan Tabel dengan HTML (4 kolom dan 3 baris)
 
 


Contoh 3 : 
Contoh 3 :  Pembuatan Tabel dengan HTML (5 kolom dan 4 baris dengan Colspan)
 

 
 Contoh 4 : 
Contoh 4 :  Pembuatan Tabel dengan HTML (5 kolom dan 4 baris dengan Rowspan)
 
 





- - - - -
TUGAS PRAKTEK ONLINE
Kerjakanlah Tugas di bawah ini.... 
Bagaimana pemrograman HTML nya dan kirim jawabannya via japri (wa)
 
 
 
Nomor 1 :
Buatlah pemrograman HTML untuk membuat tabel berikut :

Diketikan pada kotak yang kosong dengan nama sendiri dan nama siswa di kelasnya, beserta nilai1, nilai2 , nilai3 dengan nilai sembarang antara 80 sampai dengan 100.
 
 
 
 
Nomor 2 :
Buatlah pemrograman HTML untuk membuat tabel berikut : 

Diketikan pada kotak yang kosong dengan nama sendiri dan nama siswa di kelasnya, beserta nilai PABP, nilai PPKn, nilai B. Indonesia, nilai Matematika dengan nilai sembarang antara 80 sampai dengan 100.

 

 

 

 

- - - - -
Sumber :



Share:

Membuat Iklan Layanan Masyarakat


<<= Membuat Iklan Layanan Masyarakat =>>

Membuat Produk Hand Sanitizer


<<= Membuat Produk Hand Sanitizer =>>

Postingan Populer

Label

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Jumlah Pengunjung